Ilustrasi, sumber foto: Getty Images
Kiu Mu - Pemerintah pusat belum memutuskan pelaksanaan haji di tengah pandemi tahun ini. Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) Jabar menyatakan ada 37.988 jemaah yang diperkirakan gagal berangkat haji pada 2020.
Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas (Inmas) Kemenag Kanwil Jabar, Ohan Burhan mengatakan, puluhan ribu jemaah haji yang tidak berangkat akan menjadi prioritas setelah kuota haji dari pemerintah Arab Saudi dibuka kembali.
“Totalnya ada kuota 37.988 jemaah yang gagal berangkat pada 2020. Ini menjadi prioritas di tahun ini,” kata Ohan saat dihubungi, Sabtu 17 April 2021.
Tidak ada jamaah yang melakukan pembatalan
Meski gagal berangkat pada 2020, kata Ohan, tidak ada jamaah yang melakukan pengunduran diri atau pembatalan. Menurut dia, jemaah haji sudah menunggu lama untuk mendapatkan kuota haji.
“Tetap menunggu (untuk berangkat), karena sudah menunggu lama kan. Sayang kalau membatalkan. Rata-rata 10 tahun menunggunya,” ucapnya.
Sebanyak 37.988 jamaah akan segera diberangkatkan
Kementerian Agama Jabar akan menunggu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi terkait pengembangan bukaan pintu jemaah haji. Saat kuota dibuka kembali, Ohan memastikan seluruh jamaah yang gagal pada 2020 segera berangkat.
“Jadi yang 37.988 jiwa ini nantinya akan langsung diberangkatkan, setelah ada kabar dari Arab Saudi,” ucapnya.
Kementerian Agama Jabar tetap membuka pendaftaran haji
Bagi masyarakat yang ingin mendaftar menjadi jemaah, Kementerian Agama Jabar terus membuka pintu pendaftaran. Pasalnya, kuota jamaah haji terbatas dan harus mendaftar lebih awal.
“Pendaftaran masih (dibuka). Sekarang juga kan yang pergi, yang daftar 10 tahun lalu,” kata Ohan.
Situs Poker 0nline | Poker88 | Agen Poker Online | Kiumu
No comments:
Post a Comment