Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
Kiu Mu - Sakit punggung atas digambarkan sebagai rasa nyeri dan kaku yang dirasakan di bagian punggung, lebih tepatnya di antara leher bagian belakang atau tengkuk hingga ke pinggang. Sakit punggung yang dirasakan terkadang bisa cukup berat hingga membatasi aktivitas penderitanya.
Keluhan sakit punggung atas sering kali disertai dengan rasa nyeri dan tegang di bagian tubuh lain, seperti leher, bahu, lengan, dan tulang belikat. Tak jarang penderitanya juga merasakan sakit kepala tegang dan nyeri dada saat menarik napas dalam.
Nyeri pada punggung atas ini bisa berasal saraf tulang belakang, tulang belakang, otot punggung dan leher, hingga ligamen atau jaringan ikat yang menghubungkan otot-otot di punggung dan tulang belakang.
Berbagai Penyebab Sakit Punggung Atas
Ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami nyeri punggung atas, antara lain:
1. Duduk terlalu lama
Nyeri punggung atas bisa disebabkan oleh postur tubuh yang salah saat duduk, terutama saat duduk dalam waktu lama. Keluhan ini sering dialami oleh orang-orang yang seharian duduk di tempat kerja, terlalu lama menunduk saat bermain gadget, atau melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan.
Posisi ini dapat menekan saraf di punggung dan membuat otot punggung menjadi kaku, sehingga berpotensi menyebabkan nyeri punggung bagian atas. Nyeri punggung atas akibat posisi duduk yang kurang baik terkadang dapat dirasakan menjalar ke lengan dan kepala.
2. Kurang olahraga
Kurangnya olahraga atau gerakan yang jarang dari waktu ke waktu dapat membuat otot-otot tubuh menjadi lemah, sehingga tidak mampu menopang tubuh dengan baik. Akibatnya, tubuh akan mudah merasakan nyeri punggung, baik nyeri punggung atas maupun bawah.
3. Ransel yang terlalu berat
Terlalu sering membawa ransel atau ransel yang berat akan mempengaruhi bentuk tulang belakang. Seiring waktu, kebiasaan ini bisa memicu sakit punggung. Karena itu, hindari membawa tas dengan beban yang terlalu berat di punggung.
Beban maksimum tas ransel yang aman untuk dibawa tidak lebih dari 20% dari berat badan Anda. Misalnya, jika berat Anda 75 kg, maka berat maksimum tas ransel yang aman untuk dibawa adalah 15 kg.
4. Kebiasaan memakai sepatu yang tidak pas
Tak hanya sepatu hak tinggi, sepatu apapun jika bagian bawahnya aus atau bentuk lengkungnya tidak sesuai dengan struktur kaki, bisa menyebabkan sakit punggung.
Selain rasa sakit, sepatu ini juga bisa mengubah gaya berjalan dan mengganggu kemampuan kaki untuk menopang tubuh.
5. Kualitas kasurnya kurang bagus
Seringkali tidur di kasur yang berkualitas buruk atau yang permukaannya cenderung mudah berubah dapat menyebabkan sakit punggung. Ini karena kasur tidak bisa menahan struktur tulang belakang dengan baik.
Selain sakit punggung, tidur di kasur berkualitas buruk juga bisa membuat tubuh terasa pegal, lelah, dan pegal-pegal.
6. Cedera
Cedera pada kulit, otot, tulang, dan saraf punggung bagian atas dapat menyebabkan nyeri punggung bagian atas. Cedera tersebut dapat disebabkan oleh kecelakaan, seringnya berolahraga berat dengan gerakan berulang, atau postur tubuh yang salah saat melakukan gerakan tertentu, misalnya saat mengangkat benda di lantai.
7. Tendonitis
Kondisi ini juga dikenal sebagai tendinitis. Tendonitis adalah suatu kondisi ketika jaringan ikat yang berfungsi untuk menghubungkan otot dan tulang (tendon) di dalam tubuh menjadi meradang. Kondisi ini dapat disebabkan oleh cedera atau gerakan punggung yang berulang, seperti sering memutar badan ke kiri dan ke kanan.
Tendonitis yang menyebabkan nyeri punggung atas juga lebih berisiko pada orang yang mengalami obesitas dan jarang berolahraga.
8. Tulang selangka patah
Kondisi ini dapat disebabkan oleh cedera akibat jatuh dengan tangan terentang dan memicu nyeri punggung bagian atas. Umumnya, cedera seperti ini dialami saat jatuh dari kendaraan, seperti sepeda.
Selain faktor di atas, nyeri punggung atas juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti saraf terjepit atau herniated nucleus pulposus (HNP), skoliosis, osteoporosis, dan osteoartritis. Dalam kasus tertentu, nyeri punggung atas bahkan bisa disebabkan oleh tumor yang menekan saraf dan tulang belakang.
Cara Mengatasi dan Mencegah Sakit Punggung Atas
Untuk mengurangi keluhan sakit punggung atas, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan, yaitu:
Kompres dingin bagian punggung atau tengkuk untuk meredakan rasa nyeri.
Konsumsi obat penghilang rasa nyeri, seperti paracetamol.
Perbanyak istirahat. Usahakan untuk tidak menggunakan bantal terlalu banyak saat tidur dan hindari banyak membungkuk atau mengangkat benda yang berat.
Mengenakan korset khusus yang dapat memperbaiki posisi dan postur tulang belakang.
Menjaga berat badan agar tetap ideal. Hal ini bisa dicapai dengan rutin berolahraga dan mengikuti pola makan sehat.
Menjalani fisioterapi.
Operasi tulang belakang. Langkah ini mungkin akan diperlukan jika cara-cara lain tidak berhasil mengatasi sakit punggung atas.
Agar sakit punggung atas tidak kambuh lagi di kemudian hari, maka Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:
Rutin olahraga, khususnya yang baik untuk kesehatan punggung, seperti yoga, hatha yoga, pilates, berenang, berjalan kaki, dan bersepeda. Hindari olahraga yang banyak membuat tubuh membungkuk.
Perbaiki postur tubuh saat duduk di kantor dan coba berdiri lalu berjalan-jalan sejenak setiap 2 jam.
Hindari kebiasaan sering mengenakan sepatu hak tinggi atau sepatu yang sudah usang.
Perbaiki postur tubuh saat duduk di kantor atau menyetir mobil. Usahakan agar punggung dan bahu tegap dan sejajar.
Sakit punggung atas yang ringan biasanya dapat mereda dengan memperbanyak istirahat, mengkonsumsi obat pereda nyeri, atau fisioterapi.
Namun, Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter jika sakit punggung atas dirasakan setelah mengalami cedera, sering kambuh, semakin berat, atau jika disertai gejala lain, seperti sakit kepala berat, nyeri dada, pusing, nyeri dan kaku leher, demam, serta kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
Sakit punggung atas yang disertai gejala-gejala di atas kemungkinan disebabkan oleh hal yang lebih serius, sehingga perlu mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat dari dokter.
No comments:
Post a Comment