Ilustrasi, sumber foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Kiu Mu - Koalisi Warga LaporCovid19 menerima laporan bahwa tiga pasien meninggal karena sulit mendapatkan rumah sakit. Relawan LaporCovid-19, Windy, mengungkapkan selama sepekan terakhir, 14-25 Juni 2021, LaporCovid-19 menerima setidaknya 43 laporan.
Windy mempertanyakan keakuratan aplikasi SINARAP Kemenkes yang memuat informasi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.
“Namun kerap terjadi perbedaan data di mana tertulis tersedia di SIRANAP, namun pada kenyataannya tidak tersedia,” kata Windy seperti tertulis di laman LaporCovid-19, Rabu (30/6/2021).
Perlu waktu untuk memperbarui
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, data di aplikasi Sinarap diupdate oleh masing-masing rumah sakit dan memakan waktu.
"Iya, karena datanya harus diupdate oleh masing-masing rumah sakit," kata Nadia saat dikonfirmasi.
Saran Kemenkes kalau rumah sakit penuh
Nadia menyarankan agar pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan di rumah sakit harus langsung ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) meski sudah penuh.
"Di IGD saja karena memang sulit saat ini, tetapi akan ditangani segera mungkin, sambil tunggu di mana yang memungkinkan," sarannya.
Banyak rumah sakit menolak pasien karena tidak tersedia tempat tidur
Sebelumnya, Windy mengatakan berdasarkan hasil pencarian rumah sakit (RS) yang dilakukan LaporCovid-19 selama sepekan terakhir, banyak rumah sakit yang menolak pasien karena tidak tersedia tempat tidur.
“Pasien yang tidak dapat mendapatkan kasur di IGD harus bertahan di rumah dengan ketersediaan alat seadanya dari puskesmas, bahkan harus berakhir meninggal dunia karena tidak mendapatkan pertolongan secepatnya,” ujarnya.
Pasien di Depok meninggal saat mencari rumah sakit
Dikatakannya, salah satu pasien gawat darurat adalah seorang pria berusia 59 tahun yang dirawat di sebuah rumah sakit di Depok dan membutuhkan ruang ICU dengan ventilator.
Pada Sabtu (19/6/2021) malam, Laporan Covid-19 menghubungi 95 Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) di Jabodetabek hingga Minggu (20/6/2021) menjelang subuh.
“Namun, dari 95 Rumah Sakit itu, 36 memberitahukan bahwa ruang ICU mereka penuh, termasuk RS Mitra Keluarga Depok, RS Sulianti Saroso, RSUD Pasar Minggu dan RS Persahabatan,” katanya.
Sementara itu, lanjut Windy, delapan rumah sakit menyatakan tidak memiliki ruang ICU dan 51 rumah sakit tidak merespon sama sekali. Hingga akhirnya pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB pasien meninggal dunia karena tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

No comments:
Post a Comment