Friday, July 2, 2021

Usai Lebaran, Kota Tangsel Diwarnai Klaster ART


Ilustrasi, sumber foto: TEMPO/Muhammad Hidayat

Kiu Mu - Rumah Lawan COVID-19 (RLC) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini merawat 60 pasien COVID-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG). Mereka yang dirawat rata-rata adalah asisten rumah tangga (ART) yang baru saja tiba dari kampung halaman.


Salah satu dokter yang bertugas di RLC Tangerang Selatan, Azahrah Purnamaladi mengatakan, warga RLC tersebut terdiri dari 20 laki-laki dan 40 perempuan. Dia mengatakan, peningkatan pasien wanita di RLC mencapai 100 persen setelah Lebaran.

"Sebelum Lebaran itu H-1 atau H+1 Lebaran kuota menurun sampai cuma 15 pasien, 20 pasien. Satu pekan setelah Lebaran itu meningkatnya cukup drastis," kata Azahrah, Tangsel, Banten, Rabu (2/6/2021).

Penghuni RLC umumnya ART

Dari seluruh pasien yang dalam proses isolasi terpadu, menurut Azahrah, mayoritas berprofesi sebagai ART.

“Makanya sekarang sudah 60 pasien kan dan itu rata-rata memang karena pembantu rumah tangga yang di-swab oleh majikannya, klaster ART,” kata Azahrah.

Diduga ART terpapar COVID-19 saat berada di desa atau saat perjalanan ke Tangerang Selatan

Azahrah mengatakan, ART terpapar COVID-19 baru pertama kali ke Jakarta. Setibanya di ibu kota, mereka langsung diarahkan untuk dilakukan swab antigen, dan mereka diketahui terpapar COVID-19.

Ia menduga ART terpapar virus corona saat berada di desanya atau saat perjalanan ke Kota Tangerang Selatan. Diketahui juga rata-rata mereka naik kendaraan pribadi atau mobil travel ketika hendak ke Tangerang Selatan.

“Biasanya menggunakan travel, ya. Kan kalau di travel biasanya gak perlu swab antigen kadang-kadang," kata Azahrah.

Pasca Lebaran masih terjadi peningkatan kasus

Azahrah memastikan pasca Lebaran peningkatan kasus COVID-19 terus berlanjut.

"Tapi pas kemarin lima sampai 15 (kasus), jadi sempat juga 15. Di atas lima rata-rata per harinya," katanya.

No comments:

Post a Comment