Monday, July 12, 2021

Sama-Sama Gunakan Mesin V4, Ini Alasan KTM RC16 Lebih Unggul Dari Honda RC213V

 

Sumber : Istimewa

KIU MUKTM tampil gemilang ketika tampil di MotoGP Catalunya. Miguel Oliveira membawa RC16 dan menjadi yang terdepan. KTM menggunakan mesin V4, begitu juga dengan Honda. Namun Marquez Cs harus menelan pil pahit karena tidak ada satupun rider yang naik podium.

Pada balapan di Circuit de Barcelona-Catalunya, Minggu 6 Juni 2021, Miguel Oliveira tampil menjanjikan sejak awal balapan. Dirinya start dari posisi 4 dan menyelesaikan posisi pertama hingga balapan usai.

KTM RC16 menjadi motor terbaik di MotoGP Catalunya, baik dalam hal pengereman, kecepatan menikung bersaing dengan Yamaha, serta mesin V4-nya unggul di trek lurus untuk mengambil alih ketika overtake, memulai balapan dan finis.

KTM MotoGP Project Manager, Sebastian Risse mengungkapkan KTM RC16 terinspirasi dari Honda RC213V. Belum lagi, pengembangan motornya dibantu oleh mantan pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa.

Pabrikan asal Austria ini pernah memenangkan tiga balapan di tahun 2020. Kini sudah mengantongi satu kemenangan di MotoGP Catalunya, dan runner-up di Mugello.

Hasil dari dua balapan terakhir tentu menunjukkan bahwa KTM telah mengembangkan V4 yang memiliki semua keunggulan kecepatan saat trek lurus hingga kecepatan menikung tanpa kalah dari mesin inline-4 yang digunakan oleh Yamaha, dan Suzuki.

Sementara Honda RC213V nampak menderita. Krisis kemenangan sejak cedera melanda Marc Marquez.

"Honda adalah idola kami karena memiliki V4 terkuat di grid pada saat kami memulai proyek kami," jelas Risse seperti dikutip Motorsport, Rabu 9 Juni 2021.

"Di MotoGP Anda membutuhkan tenaga kuda, itulah sebabnya kami memilih mesin V4. Mungkin tantangan yang lebih besar untuk mendapatkan paket yang tepat dengan mesin V4 tetapi jika Anda melakukannya dengan benar, kami yakin Anda dapat membuat kompromi yang lebih baik selama satu musim penuh," sambung dia.

Risse mengungkapkan, meskipun RC16 terinspirasi dari Honda RC213V yang juga menggunakan mesin V4. KTM memilih jalannya sendiri, utamanya mengatasi kecepatan tikungan di mana biasanya inline-4 lebih unggul.

"Sejak pertama kali kami menjalankan motor, kami mengambil arah sendiri dan kami dipandu oleh pengendara kami. Kecepatan tikungan adalah apa yang diinginkan pengendara kami sejak lama, jadi mereka membawa kami ke arah ini dan selangkah demi selangkah motor menjadi lebih baik," sambung dia.

Yang terpenting di MotoGP adalah kemenangan. Tak pelak ketika Marquez menjadi yang terbaik, Honda mengembangkan motornya lebih cepat.

Seorang pembalap yang dapat mengendarai apa saja dan mengatasi masalah apapun adalah aset besar bagi pabrik. Tapi disisi lain keahliannya bisa menjadi masalah, utamanya bagi pembalap yang levelnya di bawah. Bisa dilihat bagaimana situasi Honda saat Marc Marquez dilanda cedera? Ini adalah masa yang buruk bagi Honda, kehilangan pebalap yang memimpin program pengembangannya.

Setelah balapan di MotoGP Catalunya, komentar Márquez mengungkapkan masalah yang terjadi pada ban belakang, seperti yang dikatakan pembalap Honda lain pada musim 2020.

"Kami menderita dalam akselerasi karena kami tidak bisa mendapatkan grip dan kami menderita di tikungan karena kami tidak bisa menghentikan motor karena kami tidak memiliki grip belakang," kata juara enam kali MotoGP itu.

Well, rasanya perlu waktu bagi Honda. Ducati berada di posisi yang sama ketika memiliki Casey Stoner. Pembalap Australia itu bisa mengatasi banyak masalah Desmosedici, jadi setelah dia pergi, butuh lima tahun penuh bagi pabrikan untuk mulai menang lagi.

Proyek MotoGP Honda saat ini berada dalam krisis terbesarnya dalam beberapa dekade, tanpa kemenangan balapan sejak November 2019, atau kekeringan kemenangan terpanjang sejak awal 1980-an saat pabrikan menurunkan NR500.

Motorsport menyebutkan tahun lalu Honda mencoba segalanya untuk mengadaptasi RC213V ke bagian belakang yang baru: elektronik, knalpot, intake, pengaturan sasis, geometri sasis, dan kekakuan rangka. Hanya ada satu hal yang tidak dapat mereka ubah, yakni internal mesin, karena peningkatan mesin pertengahan musim tidak diperbolehkan, terbentur regulasi teknis terkait Covid.

Inersia crankshaft yang berlebihan ditengarai menjadi salah satu akar masalah Honda, karena membuat motor sulit untuk dikendalikan saat masuk tikungan.

Sementara KTM menemukan terobosan di Mugello dan Catalunya. Rangka dibuat dengan tingkat kekakuan yang berbeda sehingga memungkinkan pengendara mendapatkan kecepatan di tikungan dan membelokkan motor dengan lebih baik.

No comments:

Post a Comment